Rabu, 02 Mei 2012

Waspada Penyakit Saat Banjir

Perubahan iklim saat ini memang sudah nyata kita rasakan, hujan yang berkepanjangan berakibat pada terjadinya banjir di mana – mana dan berhari – hari. Nah efek lainnya tentu saja munculnya penyakit menular saat dan setelah banjir berlalu. Beberapa penyakit menular saat banjir yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut :

Diare.
Diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu dan lingkungan. Sumber air minum dari sumur dangkal akan ikut tercemar saat banjir oleh karena air sisa bajir maupun kotoran yang ikut bersama banjir. Situasi pengungsian mungkin saja terjadi dibeberapa tempat saat banjir. Maka akan muncul masalah seperti keterbatasan air bersih, MCK serta sarana lainnya sehingga potensi terjadinya penularan Diare dapat meningkat.
Untuk menghindari terjadinya Diare lakukanlah hal berikut :

  • Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap akan makan/minum serta sehabis buang air besar
  • Rebus air minum hingga mendidih
  • Jaga kebersihan lingkungan dan jangan menumpuk sampah disekitar tempat tinggal,
  • Segera hubungi petugas kesehatan atau pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami diare.

Demam Berdarah.
Curah hujan yang meningkat biasanya menyisakan genangan air di beberapa tempat di sekitar kita. Seperti :
gelas bekas air mineral, kaleng bekas, ban bekas, pot bunga dsb. Genangan air inilah yang akan menjadi tempat berkembangbiak nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor Penyakit Demam Berdarah. Risiko penularan demam berdarah akan semakin bertambah saat populasi nyamuk Aedes aegypti meningkat.

Maka untuk mengantisipasinya lakukan 3M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, Plus memasang kelambu anti nyamuk atau menggunakan repelan) mulai dari lingkungan tempat tinggal Anda.
Segera hubungi petugas kesehatan atau pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami panas tinggi yang tidak diketahui penyebabnya.

Leptospirosis.
Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan melalui hewan/binatang. Hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya yang mengandung bakteri yang disebut Leptospira. orang yang mempunyai luka terbuka, kemudian terendam air banjir yang tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut memiliki potensi terinfeksi dan akan jatuh sakit.
Apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis ?

  • Hindari adanya tikus yang berkeliaran dengan selalu menjaga kebersihan di sekitar kita,
  • Jangan bermain air saat terjadi banjir, apalagi jika jika mempunyai luka yang terbuka
  • Gunakan pelindung diri seperti sepatu boot, jika terpaksa harus ke daerah banjir.
  • Segera hubungi petugas kesehatan atau pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
ISPA dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, bila berat dapat disertai sesak napas, nyeri dada dan lain-lain.

Hal – hal yang dapat dilakukan adalah : Perbanyak istirahat, minum obat penurun panas atau hubungi petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan sesuai gejala dan penyebab, tingkatkan daya tahan tubuh, tutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, jangan meludah sembarangan untuk mencegah penularan.

Penyakit kulit serta penyakit saluran cerna lain seperti demam tifoid juga dapat terjadi saat banjir dalam hal ini daya tahan tubuh serta faktor kebersihan makanan, air dan lingkungan sangat memegang peranan penting.

(sumber original : pppl.depkes.go.id)

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas Komentar Anda